Politik dan Ekonomi | 29.11.2008
Agen Rahasia Jerman Dibebaskan - Kasus Bom Pristina Tetap menjadi Misteri
Tiga warga Jerman yang diduga terlibat kasus bom Pristina, Kosovo, dibebaskan, Sabtu (29/11). Kasus bom Pristina masih diselubungi misteri. Pemerintah Jerman menyambut pembebasan warganya tersebut.
Sabtu pagi (29/11) waktu setempat, pesawat khusus dari Jerman tinggal landas dari bandara militer Pristina, Kosovo, membawa tiga agen dinas rahasia Jerman BND yang sempat ditahan pemerintah Kosovo. Jumat malam (28/11), ketiga pria Jerman tersebut berada di kantor kedutaan besar Jerman di Kosovo. Awalnya, ketiga pria tersebut akan langsung diterbangkan ke Jerman sesaat setelah mereka dibebaskan dari tahanan pemeriksaan, Jumat (28/11). Namun, pesawat terbang yang menjemput mereka tidak dapat datang sesuai jadwal.
Mahkamah khusus PBB di Pristina memerintahkan pembebasan ketiga pria Jerman tersebut. Sebelumnya terjadi perdebatan sengit mengenai penahanan tiga warga Jerman itu antara departemen kehakiman Kosovo dengan mahkamah internasional. Sebenarnya merupakan hal lazim menurut deklarasi kemerdekaan Kosovo bahwa kasus berat dan rumit diserahkan ke mahkamah khusus administrasi PBB di Kosovo. Namun kali ini pemerintah Kosovo berkeras untuk menangani sendiri kasus bom Pristina. Misi Administrasi PBB di Kosovo UNMIK, Jumat sore waktu setempat (28/11) kemudian memenangkan keberatan terhadap penahanan ketiga warga Jerman tersebut dari pengadilan setempat.
Media Kosovo juga tidak melewatkan kesempatan untuk berspekulasi mengenai ketegangan antara pemerintah di Berlin dan di Pristina sehubungan dengan tertangkapnya tiga agen dinas rahasia Jerman. Tanpa melakukan konfirmasi silang, media Kosovo memberitakan bahwa kasus tertangkapnya tiga agen BND di Pristina akan mempengaruhi bantuan keuangan Jerman bagi Kosovo.
Wartawan terkemuka dan terkenal kritis terhadap pemerintah, Veton Surroi, menyatakan kekhawatirannya bahwa kasus agen BND di Pristina akan memancing spekulasi baru. Menurutnya, bisa saja media Jerman memberitakan bahwa tertangkapnya tiga agen BND merupakan aksi pembalasan Perdana Menteri Hashim Thaci terhadap pemerintah Jerman
Lebih lanjut Surroi mengatakan, "Baik media Kosovo mau pun Jerman terpancing untuk berspekulasi bahwa kasus ini merupakan arena balas dendam fraksi politik di Kosovo."
Dinas Rahasia Jerman BND dalam laporannya di tahun 2005 menyebut komandan gerakan pembebasan Kosovo UCK yang kini Perdana Menteri Hashim Thaci sebagai tokoh kunci kejahatan terorganisasi. Kini tersebar kabar bahwa tiga agen BND yang tertangkap di Pristina itu tengah mencari bukti baru mengenai keterlibatan pemerintah Kosovo dalam jaringan mafia.
Tidak akan ada pernyataan resmi mengenainya. Semua pertanyaan dibiarkan terbuka. Misalnya, siapa dalang serangan bom di kantor perwakilan PBB di Pristina. Untuk waktu lama, tampaknya polisi Kosovo hanya mengikuti jejak ketiga agen BND itu, walau pun tidak terdapat cukup bukti mengenai keterlibatan mereka dalam kasus bom Pristina.
Rabu lalu (26/11), tiba-tiba muncul e-mail pernyataan bahwa sebuah organisasi paramiliter mengaku bertanggung jawab atas serangan bom di kantor perwakilan PBB di Pristina. Surat elektronik tersebut dipenuhi dengan kekeliruan ejaan dan isinya juga berbelit. Pengirim e-mail tersebut menyebut dirinya sebagai tokoh pelawak Kosovo yang terkenal di dasawarsa 90-an. Para wartawan memperkirakan, e-mail tersebut merupakan ulah jahil warga di Pristina dan mengirimkannya dari warung internet di kota tersebut.
Hanya kemudian pihak kepolisian menyatakan bahwa e-mail tersebut harus ditanggapi serius. Tak heran, jika tidak ada bukti baru mengenai keterlibatan agen BND dalam peristiwa bom Pristina, e-mail tersebut merupakan satu-satunya petunjuk.(ls)











