1. Isi
  2. Navigasi
  3. Artikel lainnya
  4. Metanavigasi
  5. Cari
  6. Pilih satu dari 30 bahasa


 

Politik dan Ekonomi | 04.10.2008

Skandal Susu asal Cina Kian Menyebar di Asia Tenggara

Departemen Kesehatan Filipina mengumumkan nama-nama perusahaan yang produknya mengandung melamin. Di Thailand 100 ton susu ditahan di pelabuhan karena badan pengontrol milik negara memerintahkan penelitian.


Di Singapura hidup sejumlah besar warga Cina, dan di banyak toko dapat dibeli produk-produk dari Cina. Seorang pria yang baru berbelanja di sebuah supermarket mengatakan, ia tidak takut melamin mencemari susu yang dibelinya, karena ia tidak pernah membeli produk susu dari Cina, melainkan dari Singapura. Seorang pria lainnya mengatakan, panik mulai merajalela karena masalah itu, dan seorang perempuan membenarkan, bahwa banyak orang mulai resah.

Kekhawatiran Warga

Kekhawatiran tetap saja ada, walaupun produk susu dari Cina sudah dilarang masuk. Dengan cara itu pemerintah Singapura berusaha melindungi warganya. Kini para pengimpor tidak dapat menjual produk seperti susu atau es krim dari Cina, yang sudah didatangkan sebelum adanya larangan impor. Sejumlah perusahaan bahkan sudah mulai memusnahkan produk-produk dari Cina. Bagi mereka biaya penyimpanan produk yang mungkin tercemar itu terlalu tinggi, dan waktu yang diperlukan sampai penelitian laboratorium selesai terlalu lama.

Skandal susu dari Cina kian meluas, di samping Singapura kini Filipina juga harus mengambil tindakan. Departemen Kesehatan Filipina memeriksa 30 produk susu. Dua diantaranya terbukti mengandung melamin. Dalam sebuah konferensi pers pejabat tinggi pemerintah Francisco Duque mengumumkan nama-nama perusahaan yang menjadi produsen. Duque juga mengatakan, produk susu harus terus diperiksa, karena jika tercemar dapat merusak kesehatan anak-anak dan orang dewasa. Selain itu, karena pencemaran susu merusak industri bahan pangan.

Pemerintah Filipina bukan hanya memeriksa produk susu asal Cina, melainkan juga produk impor lainnya. Walaupun pemeriksaan oleh pemerintah membuktikan adanya melamin pada susu, sejauh ini Departemen Kesehatan tidak mendapat laporan, bahwa ada warga yang sakit karenanya.

Menghadapi Masalah Susu dari Cina

Di Thailand pemerintah mengontol contoh yang diambil dari 100 ton susu bubuk dari Cina. Produk itu sendiri masih ditahan di pelabuhan. Sebelumnya, perusahaan yang mendatangkan bermaksud mengirimkannya kembali ke Cina. Namun pemerintah melarang, karena bubuk itu harus diperiksa terlebih dahulu. Hasil penelitian akan diperoleh beberapa hari mendatang. Saat ini di seluruh dunia sudah belasan negara menolak mengimpor susu dari Cina.

Di Filipina organisasi perlindungan hewan Peta menggunakan kekhawatiran konsumen terhadap produk susu dengan mengiklankan susu kedelai. Seorang aktivis Peta yang memakai baju Sinter Klaas membagi-bagikan contoh susu kedelai kepada warga. Jurubicara Peta mengatakan, kami ingin menunjukkan kepada semua orang, bahwa melamin dapat dihindari dengan mudah, yaitu dengan minum susu kedelai. Ia mengatakan juga, minum susu dari sapi sangat tidak logis. Manusia adalah satu-satunya mahluk hidup, yang minum susu walaupun sudah dewasa, dan yang diminum adalah susu dari mahluk hidup lainnya. Demikian pendapat organisasi perlindungan hewan Peta. (ml)




 
 
Bookmark artikel

FeedbackKirimCetak

Topik berita lainnya